Jumat, 04 September 2009

Diplomasi Ala Bugis



Sebelum saya menjabat sebagai WAPRES, karakter dan watak orang Bugis sangat jarang yang mengenalnya di belahan nusantara ini. Bahkan ada banyak pendapat yang keliru dan menyangka orang bugis adalah bangsa yang keras dan tidak pernah kenal kompromi. Ini jika melihat dari sejarah banyak yang menganggap bahwa orang bugis adalah bajak laut pada masa silam. Anggapan ini sungguh tidak berdasar dan keliru.

Orang bugis sebenarnya mempunyai cirri khas yang menarik. Dari sejarahnya kerajaan bugis didirikan bukan pada pusat-pusat ibu kota dan sangat jauh dari pengaruh India. Itulah sebabnya di Bugis tidak ada candi. Ini berbeda dengan kerajaan jawa yang mebangun pusat kerajaannya pada ibu kota dan bersifat konsentris.

Namun demikian, orang bugis sudah terkenal memiliki kebudayaan, mereka memiliki tradisi lisan maupun tulisan. Bahkan orang bugis memiliki salah satu epos terbesar di dunia yang lebih panjang daripada epos Mahabarata yakni cerita tentang lagaligo yang sampai saat ini sering dibaca dan disalin ulang dan menjadi budaya yang mengakar pada masyarakat bugis.

Bagi suku-suku lain, orang Bugis sering dianggap sebagai orang yang berkarakter keras dan sangat menjunjung tinggi kehormatan. Bila perlu demi kehormatan, orang bugis bersedia melakukan kekerasan. Namun dibalik sifat itu semua, sebenarnya orang bugis adalah orang yang sangat ramah, menghargai orang lain dan menjunjung tinggi kesetiakawanan, bahkan bersedia menjadi bumper demi kesetiakawanan. (itulah mungkin sebabnya mengapa Golkar pada masa pemerintahan SBY-JK sering menjadi Bumper karena ia dipimpin oleh seorang yang sangat berwatak bugis).

Meskipun sebagai bangsa perantau, orang bugis selalu membawa identitas bugisnya di mana mana. Beberapa orang-orang di singapura dan Malaysia meskipun sudah menjadi warga Negara sana, dan mereka sudah bergaya hidup modern tapi mereka selalu mengaku sebagai orang Bugis meskpiun sudah merupakan keturunan yang kesekian dan belum pernah menginjak tanah bugis.

Begitu juga dengan saya, selama terjun ke dunia politik saya tidak pernah melepas karakter bugis saya yang blak-blakan, dan sering dianggap kurang santun bagi mereka yang sangat menghargai etiket. Tapi itulah saya, saya sering mengatakan kepada teman-teman, jangan paksa saya jadi orang jawa. Menjadi orang bugis dan berkarakter keras kadang berguna juga. Waktu menyelesaikan kasus ambalat untuk pertama kalinya, saat itu saya menggunakan gaya diplomasi ala Bugis yang anda tidak dapatkan dalam literature strategi diplomasi. Waktu itu saya ke Malaysia bertemu dengan Perdana Menteri yaitu Najib. Saat itu ia ditemani oleh 5 Menteri dan saya juga ditemani oleh 5 Menteri plus Dubes kita. Saat pertemuan itu saya bilang ke Najib “ Najib…Ambalat itu masalah sensitive, itu bisa membuat kita perang. Kalau kita perang, belum tentu siapa yang menang. Tapi satu hal yang mesti you ingat, di Malaysia ini ada 1 juta orang Indonesia, 1000 orang saja saya ajari Bom, dan mereka Bom ini gedung-gedung di Malaysia maka habislah kalian”

Saat itu pak Najib kaget, dia sadar sebagai sesama Bugis, ancaman saya bukan hanya gertakan belaka. Dia bilang ke saya “pak Jusuf, tidak bisa begitu”

Saya bilang ke dia “makanya mari kita berunding, terus terang saya kadang tidak suka sama you punya Negara, Buruh-buruh Ilegal dari Indonesia ditangkapi kayak binatang, sedangkan majikannya tidak ditangkap, padahal kalau ada buruh Ilegal maka tentu ada juga majikan illegal. Setiap ada Ilegal loging pasti orang Malaysia yang ambil, begitu ada kebakaran hutan mereka marah-marah, padahal hampir sepanjang tahun mereka menghirup udara segar yang dihasilkan oleh hutan-hutan di Indonesia, satu bulan saja ada kabut asap mereka marah marah. Dan juga setiap ada ledakan Bom di Indonesia selalu orang Malaysia dalangnya”

Waktu itu Pak Dubes langsung bisiki saya “Pak, Ini sepertinya sudah melewati batas diplomasi”

Saya langsung bilang ke dia “kau kan Dubes, yah sudah kau perbaikilah mana yang lewat”

Setelah itu, untuk menunjukkan ketidaksukaan saya kepada Malaysia saya menolak menginap di Kuala Lumpur, saya bilang saya mau menginap di kampong Bugis di Johor sana. Akhirnya pak Najib ikut juga saya ke sana. Di atas mobil, dalam perjalanan menuju Johor Pak Najib Bilang ke saya “Kayaknya bapak terlalu keras tadi waktu berunding”

Saya cuman bilang ke dia “kamu kan juga orang Bugis, kenapa kau tidak keras juga tadi?” mendengar itu dia cuman ketawa saja.

Malamnya di Johor, kita makan malam dan nyanyi-nyanyi, mengundang Siti Nurhaliza, sampai jam 1 malam dan kita ngantuk. Keesokan paginya kita main golf, dan saat itu juga masalah Ambalat selesai. Dengan gaya Diplomasi ala Bugis, saya tidak perlu memakai bahan yang sudah disiapkan oleh DEPLU semua spontanitas saja. Dan sampai sekarang kalau ada tentara Malaysia datang lagi di Ambalat, saya tinggal telpon Najib “Hey Najib, jangan lagi kau kirim, you punya tentara ke Ambalat, kita bisa perang nanti”

Demikan juga waktu saya menyuruh EXXON supaya angkat kaki dari Blok Natuna. Waktu itu saya dikejar oleh orang-orang EXXON mereka mau melobi. Tapi saya selalu menolak ketemu dan menghindar. Saya ke Riyadh, mereka mau nyusul ke sana, saya ke Jedah mereka mau datang, tapi saya tolak karena saya mau ibadah dan sampai di belahan bumi manapun mereka kejar saya. Akhirnya waktu itu Di Makassar karena melihat kegigihan mereka, saya suruh mereka datang. Dan datanglah itu Chairman Exxon mereka 4 orang dan saya hanya ditemani oleh Sekretaris saya.

Saat pertemuan di Hotel Sahid Makassar, orang Exxon bilang ke saya, “Mr.Vice President, anda kalau membatalkan kontrak dengan EXXON, maka besok akan saya SU”

Saya langsung pukul meja saya dan bilang ke dia “kalau kau berani SU, maka saya akan SU kau 10 kali, Its my country, not your country, jangan kau datang ke sini mau ancam-ancam saya”.

Saat itu dia langsung minta maaf. Dan saat itu Blok Natuna kembali ke tangan kita pengelolaannya,

meskipun pada akhirnya lepas lagi ke EXXON karena wewenang saya dicabut dan control tidak lagi berada di tangan saya. Apa pun itu, untuk kehormatan bangsa, kita jangan mau didikte oleh bangsa lain, kalau mereka keras, maka kita balas lebih keras lagi. Jangan pernah takut kita akan dibuat susah dan macam-macam. Selama kita yakin Tuhan selalu bersama kita, maka bangsa lain tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap kita.

(copas from: http://jusufkalla.kompasiana.com/)

Selasa, 10 Maret 2009

BOND


Wue.. hari ini nikmat tiada terkira untukku, kenapa coba? Karna salah satu biang kerok yg suka ngusilin aku kena marah sama pak Stef, dan dia Cuma bisa nyengir kuda hehehe..

Critanya gini di rumah sakit Grestelina, Wandy curhat kalo flashdiscnya ilang, karna harus ngerjain Business plan dia pinjam flashdiscku. (lebih tepatnya aku yg meminjami, karna kebiasaan temen2 tu kalo ada yg ngeluh sesuatu maka yg mampu membantu langsung menawari sebelum yg kesulitan meminta pertolongan, hal itu juga terjadi padaku kalo aku kesulitan dng kerjaanku ato ada masalah dilapangan mereka kompak membantu ato paling tidak kasih aku masukan shg aku punya beberapa alternative pemecahan masalah gitu (maklum aku single fighter disini, kagak ada bos), intiya kami sangat solid kompaknya “tentu saja kompak juga kalo kumat kebiasaan ngerjainnya” hehehe)

Di lanjut yah… trus keesokan harinya Wandy presentasi ke pak Stef tapi usilnya dia nama flashdiscku formatnya diganti jadi “SIREP JELEK” dan aku ga tahu, sebelum aku tahu dia ditegur sama pak Stef kenapa kasih nama itu, dia nyengir sambil beralasan yg dibuat2 gini “biar mudah diingat pak”.

Dilain hari aku pake flashdisc itu untuk copy kerjaan “plan maret april IDTI-Optha, penambahan dokter baru IDTI-Optha Manado, dan pengajuan advance UC Manado” di laptopku ga ada masalah tapi giliran pagi2 ke kantor trus kucolokin ke komputer kantor mau kuprint trus mau ku fax ke Jakarta ternyata data ga bisa dibuka (Files di SIREP JELEK is empty) aku ga tahu kenapa. Dah coba berbagai cara tp ttp ga mau, trus aku curhat ke Imaz&Hesky (waktu itu yg datang kekantor baru aku, pak Stef, Hesky dan Imaz, biang kerok yg laen belom pada dateng, Christ sms ban bocor, dan Wandy… ah gak tau kenapa dia telatàkali aja lupa minum pil KB hahaha) mereka juga bantuin tp ttp ga bisa, trus aku curhat ttg nama flashdisc yg diganti jd SIREP JELEK apakah jd penyebabnya, mereka malah ketawa karna inget peristiwa Wandy dimarahi pak Stef gara2 itu.
Selang sebentar Wandy dateng trus dia diminta BPnya sama pak Stef, Wandy bilang datanya ada di laptop pak Stef karna flashdiscnya ga bisa dibuka jd Wandy ga punya backupnya… trus pak Stef bilang gini ke wandy “itu karna kau berdosa kasih nama jelek di flashdisc kemaren shg data kau hilang, makanya kalo kasih nama yg baek2, apalagi itu bukan kepunyaanmu” kami berempat ketawa kompak… Wandynya Cuma nyengir plus garuk2 kepala yg aku tahu pasti itu tidak gatal…

Eh iya kucritain siapa pak Stef, beliau adalah Area Manager Pharma (atasan Imaz, Hesky, Wandy n Chris) aku ngantor sama mereka karna didivisiku aku hanya sendiri ga ada bos disini alias langsung dibawah Jakarta(single fighter). Pak Stef ini sangat religius, kalo kami lg drop semangat beliau berkotbah ttg the power of bersyukur.

Trus siapakah IMAZ, HESKY, WANDY N CHRIS itu? Mereka ini sekumpulan biang kerok tukang jahil, tapi mereka tuh kompak bangets. “Kalo jelek ayo ditutupi bareng, kalo bagus ayo dinikmati bareng” seperti itu kali prinsip kami hehehe…

Kucritain juga yah kejahilan mereka, mereka bukan cuma jahil padaku, tapi sesame anggota juga sering kena dijahilin.
Contohnya: waktu itu hp Imaz disembunyiin di tas Chris sama Hesky dan Wandy, Chris ga tahu kalo di tasnya ada hp Imaz dia keluar kantor duluan, Imaz dah bingung dia kira hpnya hilang shg besoknya Imaz sudah beli HP baru waktu dateng kekantor, jadi Imas punya 2HP haha...
Contoh laen: Wandy kirim sms ke Imaz gini “ini temennya wandy yah, saat ini wandy sudah meninggalkan kita semua, dia telah pergi…” Imaz langsung bingung karna hari itu sampe siang Wandy tidak muncul juga di kantor, jadi pikiran temen2 sudah yg aneh2 jangan2 Wandy kecelakaan, trus Imaz kasih sms itu ke Chris dan Hesky, mereka ikut bingung langsung telpon pak Stef yg saat itu telat dateng juga karna menjemput pak Abimanyu dulu di hotel. Semua orang bingung mau ngecek kerumah sakit sapa tahu Wandy masih bisa terselamatkan. Eh dalam keadaan bingung2nya Wandy muncul.. semua kaget.. Wandy ga nyangka, semua akan sehisteris itu. Dia bilang sama sama temen2 suruh baca smsnya sampai selesai dulu baru memutuskan mau panic ato tidak. Semua bengong trus memeriksa smsnya, ternyata dibawah yg jaraknya jauh dari kalimat pertama ada lanjutannya “…ke London bersama The Changcuter!”
Nah waktu pak Stef datang tergopoh tiba kantor, teman2 yg lain segera meninggalkan wandy bersama pak Stef biar dia dimarahi sampe puas sama pak Stef hehehe…
Dilain hari kami tanya ke Wandy, pak Stef bilang apa, dengan agak malu2 Wandy bilang gini “saya dikatain seperti anak kecil sama pak Stef” haha.. kami langsung ngakak

Selasa, 10 Februari 2009

Friendship Betwen Rivals



Diluar temen2 Novartis Makassar aku menjalin pertemanan dengan anak2 farmasi lain. Yg paling akrab sama aku adalah 4 orang yaitu:
Ella (Roche), dia orang asli Suku Bugis (Sidrap) tapi dah lama tinggal di Makassar bersama sepupunya, dia pilih2 dalam bergaul dengan cowok, makanya udah kepala 3 belom merit. Dia paling ga suka kegiatan di luar, missal jalan2 ke pantai, ato renang dia ga suka. Dia paling suka jalan2 di mall. Dia orangnya paling ga suka repot, contoh: kalo bisa pake tour agent ngapain susah2 backpaker-an (padahal kan ada kalanya kita pengen hemat biaya dan merasakan petualangan baru to)
Widi (Janssen), anak tunggal dari seorang ibu yg single parent karna ayahnya dah meninggal dari kota malang yg merantau ke Makassar untuk ngumpulin modal untuk buka butik demi meringankan ibunya, tapi modal sulit terkumpul karna dia sendiri hoby beli baju yg akhirnya sampe dirumah nyesel sama baju yg telah dia beli, dia itu kalo mau kemana ato ngapain pasti harus pake “ritual” (kata Ella dan Meiske) jadi sering bikin kami geram aja hehe.. dia paling ga suka ke Mall karna dia sadar dia boros kalo ke mall. Dia lebih suka jalan2 ke pantai ato gunung (Petualang). Dia seumuran dengan aku, paling rajin kerja, bahkan jika ada dokter yg praktek hari minggu pasti dia kerja juga hari minggu hehehe
Meiske (Glaxo) yatim piatu asli Makassar, tapi ada adik yg tinggal di Manado. Dia seumuran dengan Ella, dia tu yg paling bocor diantara kami, kalo ngomong kadang ga suka dipikir dulu tapi karna kami dah hapal sama sifatnya jadinya lucu aja. Dia satu2nya yg sipit (cina) diantara kami. Dia sama seperti aku, single fighter disini, jadi ga ada bos. Bisa dijamin jam 10 pagi dia masih di kasur (kecuali ada dokter yg covernya harus shubuh) dia sering cerita kalo pagi2 bosnya telpon dia langsung loncat dari kasur trus lari nyalain motor keras2 baru nerima telpon, kalo ditanyain bosnya “lagi dimana” dia jawab “lagi di jalan bos!!” hehe.. ini bukan karna dia malas kerja, tapi karna dia malas bangun pagi, tapi dia bagus kog kerjanya, saya yg jamin. Selain malas bangun pagi dia juga malas bersih2 rumah, kalo kami kerumahnya mau minta minum dia jawabnya gini “tu gelas ada di belakang, cuci dulu dah sebulan ga kucuci” jadi meski dia punya rumah dia ga suka yg namanya masak2 seperti Ella, dia orangnya sering makan di luar, bukan karna ga bisa masak tapi karna malas cuci2 piring dan alat masak lainnya.
Dan Aku (tak banyak cerita tentangku heheh, karna niatku adalah menceritakan teman2ku)

Kami sering menghabiskan waktu bersama2, ga perduli hari kerja maupun hari libur, bahkan aku sering barengan untuk Up Country. Awal kami ketemu sih karna dokter2 cover-an kami sama jadi kami sering ketemu karna rayon kami sama. Sebenernya sih kami ini secara product adalah competitor. competitor head to head malah. Ella bawa Pegasys dan Meiske bawa 3TC dan Hepsera yg merupakan competitor Sebivo. Trus Widi bawa Eprex yg merupakan competitor langsung produknya Meiske dan Ella. Kami sering dibilang aneh sama temen2 laen karna persahabatan kami. Tapi bagi kami sih temenan ya temenan aja ga usah ngurusi product, kita bicara produt sama dokter aja gitu. kalo yg namanya rejeki mah udah diatur sama Yang Di Atas kog.
Jadi kerja profesional aja, ga usah musuhin temen yg bawa produk competitor.
Kalo bercanda kami sering kebablasan bocornya, pokoknya kalo ketemu dijamin rame deh. Bahkan sering ledek2an saling menjatuhkan di depan bos kami masing2. misal waktu Ella ada joint visit sama bosnya pasti kita ledekin “wah tumben sekali ko kerja, biasanya jam segini masih tidur” ato “wah tumben sekali kelihatan, kemana aja kog lama ga kerja” ato semacamnya biar dia salting di depan bosnya (padahal aslinya kami selalu jalan bareng ke dokter). Hal itu ga hanya terjadi pada Ella aja, Waktu aku JV sama bos, ato Meiske ato Widi JV sama bosnya pasti hal itu menimpa kalo ketemu temen2 itu. Jadi kalo ada JV kami sering kucing2an jangan sampai ketemu mereka hehehe… biar ga tengsin di depan bos dikiranya ga pernah kerja.
Kalo hari libur ato hari minggu kami sering kumpul di dimana gitu, salah satunya kumpul di rumah Ella untuk masak dan makan bubur manado (Tinutuan) rame2, ato jalan2 ke mall, ato renang ato sekedar nongkrong di tempat fitness.
Dalam banyak hal kami sering beda pendapat, satu2nya pendapat kami yg senada adalah cara kami membagi laki2 dalam 3 macam B, yaitu:
1.Laki-laki Banci: Laki2 yg ga tegas, Pengecut, Pecundang, Laki2 yg salah bangets tapi merasa benar, laki2 yg mudah klepek2 dan begitu saja ngekor di ketiak cewek, sering lari dari masalah.
2.Laki-laki Brengsek: laki2 yg matanya stereo, mendekati cewek karna butuh saja, matre padahal kere, laki2 yg ga bisa bedain antara ga tahu diri sama ga tahu malu.
3.Laki-laki Bajingan: laki2 mesum, kl melihat wanita yg terpikir hanyalah nge-seks saja, laki2 yg mikirnya ga pake otak, tapi pake sesuatu diantara pahanya, laki2 yg suka main kasar baik dalam berkata2 maupun dalam hal main tangan.
Kurang lebih seperti itu definisinya, ntar kalo lebih aku kurangi tapi kalo kurang tambahain aja sendiri.
Kata Meiske sih, emang dari sononya laki2 tu diciptakan sebagai buaya darat, tapi apa boleh buat karna disini wanita adalah lubang buaya.

Jumat, 06 Februari 2009

Up Country Joint Visit Ke Manado




ceritanya nyusul ye...

TEAM GUA NEH

Saya kan tergabung dalam tiga team, meskipun pelaporanku tahun ini lebih ke Sebivo tapi bisa dibilang porsi tanggung jawab area adalah sama di masing2 team. Jadi tak adil kalo aku bilang aku di team sebivo saja, ato team optha aja ato team Transplant aja, makanya kali ini aku akan cerita tentang masing2 team.


TEAM SEBIVO (ID)

terdiri dari mmh.. aku lupa jumlahnya, kali ini aku ga ngomongin siapa, tapi akan membicarakan bagaimana mereka.
Tahun ini ada banyak perubahan di team ini, karna salah satunya kami kehilangan pak LPT yg, (jujur nih bukannya ikut2an temen2) seperti guru, aku melihat beliau itu seperti orang yg serba tahu, diajak ngobrol apa aja kayaknya tahu sangat dalam. Kesan lain yg tertinggal dari LPT di benakkku tu ttg cara dia marah waktu acara liver up date. Dia Cuma bilang “terserah lu deh” udah bikin orang yg buat salah sama dia jadi blingsatan.
Secara garis besar temen2 sebivo tu asyik kog, kalo ada anak2 team laen yg bilang mereka tu sombong dan arogan.. tidak juga, aku ga ngrasain hal itu selama bareng mereka. Malah mereka tu selalu welcome jika bantuannya dibutuhkan.

TEAM TRANSPLANT (TI)

Team ini anggotanya paling sedikit, makanya aku hapal betul siapa aja mereka, siapa lagi kalo bukan orang2 bocor yg suka bikin perut sakit kalo mereka dah mulai bercanda, mereka adalah Bang Joner (Mafia Batak, hehe jangan marah ya bang), Mas Amin (Si medhok dan error dari Surabaya), mbak nining, Mas Arief , dan Pak Agung sebagai bos-nya.
Pak agung ini orangnya kalem, diem berwibawa, tenang, tapi selalu bisa mengimbangi banyolan anak buahnya.
Anak2 transplant tu asyik juga, ga pernah membeda2kan.

TEAM OPTHA

Tahun lalu aku tergabung dalam team ini, Pak Dony sebagai bos-nya, beliau ini penganten baru yg pendiem tapi kadang2 error juga gara2 sering ditulari error sama mas indra hehe.. hanya saja waktu balik dari batam ada hal yg tidak menyenangkan gara2 masalah tas, ceritanya begini. Waktu di bandara Jakarta aku ketemu herman dan ida, mereka bilang kalo optha dapet tas, tapi kenapa aku sama ida ga dapet. Aku sih maklum karna aku dah bukan di team ophta lagi jadi wajar kalo aku yg sudah di team sebivo dan ida yg dah jadi team transplant ga dapet tas dan kalo bicara ttg keadilan (seperti yg digembar-gemborkan herman) menurutku emang bener yg dilakukan ophta memberikan tas itu kepada bang Alan dan kak Roida sebagai ucapan selamat datang di team optha mengisi kekosongan karna aku dan ida ditarik ke team lain. Tapi ida ngotot aku suruh menanyakan hal tsb ke pak dony tapi ga boleh bawa2 nama ida dan herman (lho kog, padahal aku dapat infonya dari 2 org biang kerok ini) ya sudah aku “iya kan aja” pdhal dalam hati aku ga akan telpon pak dony untuk masalah sepele ini, aku berharap ntar isu yg dibuat mereka akan ilang menguap sendiri. Tapi aku salah, selang beberapa hari aku nyampe makassar pak dony telpon katanya ada isu kalo aku marah sama team optha, setelah pak dony menjelaskan ternyata aku di fitnah oleh herman dan ida, mereka bilang aku yg paling ga terima ga dapet tas (kurang ajar mereka itu) akirnya aku klarifikasi(ih kayak artis aja) dan kucritain kronologis kejadiannya sama pak dony, untungnya pak dony tu orangnya obyektif, pak dony langsung klarifikasi ke aku sebelum mempercayai isu itu, kata pak dony emang dari awal dia dah mencurigai bukan aku biang keroknya.

FAREWELL PARTY


Acara terakir di hotel adalah Farewell party, acara makan malam di ballroom sekalian bacain nominasi yg terbaik tahun 2008, team makassar yg dapat adalah Imaz (my best friend) gara2 dia aku jadi terpacu agar tahun depan aku juga bisa dapet, ato paling tidak bisa ikut jalan2 ke Nederland tahun depan. Amien….
Kembali ke Farewell party, aku didandani abis2an sama Gina dan Anna (Kalimantan) jadinya aku agak gimana gitu karna banyak yg iseng muji tampil beda, bahkan BU (bu Aylie) juga bilang katanya aku “mangklingi” hehehe…
Di acara itu aku dikerjain sama Chris, waktu penyanyi cowoknya menghampiri meja kami, Si jahil Chris itu narik tanganku akirnya ditarik sama penyanyi itu untuk dance bareng di depan.. ah.. keki. Gara2nya gini, waktu penyanyi itu nyayi yg pertama kali aku muji kalo cowok itu cakep (padahal aku ga bisa lihat wajahnya karna kaca mataku ketinggalan di kamar Imaz, jadi aku menilai cowok itu bukan dari wajahnya, tapi tinggi badannya)

Kamis, 05 Februari 2009

ANNUAL MEETING BATAM 2009

Test.. test.. Laptop baru!! Hehehe… karna capek dan stres setelah ngerjain profiling sama ngedit LDV aku mau istirahatin otak dulu sambil nulis sesuatu yg asyik.. mmmmh.. kayak.. cerita waktu meeting di Batam.

Tanggal 6 Jan09 kemaren aku jalan duluan ke Jakarta (ga bareng sama temen2 makassar) karna ada training ID di Batam tgl 7 siang. Berangkat dari bandara Hassanudin-Makassar jam 19.00 WITA, sampe di Jakarta jam 20.(sekian) WIB langsung check-in di Jakarta Airport Hotel. Paginya jam 08.00 berangkat ke Batam pake Mandala, ketemu temen2 Ophtha-IDTI di ruang tunggu. Sampe di Batam jam 11 sekian istirahat sebentar, lunch langsung masuk ruang Meteor II untuk memulai training.
Malemnya setelah selesai training (sebenernya sih blm selesai, karna dah malem maka dilanjut besok pagi trainingnya) kami ke Restoran Saung Sunda untuk makan malam.

Paginya Training lagi, tapi kali ini aku ikut trainingnya TI karna ada product baru mau launc (sibuknya aku bawa 3 divisi, coba kalo badanku bisa di bagi tiga pasti aku akan ikut training di team Ophtha juga. Karna masing2 team tu personelnya punya cirikhas sendiri yg bikin aku nyaman di ketiga team itu, semeng bias jadi bagian di ketiga team itu). Siangnya hotel mulai rame karna temen2 daerah dah pada mulai datang untuk acara pembukaan acara di Ballroom.

Malemnya semua peserta makan di Restoran Seafood HarbourBay, menggunakan 5 bus untuk ngangkut orang2 novartis. Sialnya aku semeja makan sama temen2 yg kuat makan, kayak kuli aja, begitu makanan dating langsung habis… tapi seneng (btw aku ga ngira kalo dr Wibawa tu orangnya kuat makan juga hehe.. ssttt jangan bilang ama beliau yah!)